Lintas Berita

Politik dan Anak Muda, Siapa Takut?” Pilar Foundation Dorong Gen Z Jadi Subjek Demokrasi


Merlyn Kurnia Damayanti - ABBITV.com

16 Aug 2026 12:47 WIB

Politik dan Anak Muda, Siapa Takut?” Pilar Foundation Dorong Gen Z Jadi Subjek Demokrasi
Dokumentasi: Politik dan Anak Muda, Siapa Takut?” Pilar Foundation Dorong Gen Z Jadi Subjek Demokrasi - ABBITV

Bogor, ABBITV.com - Pilar Foundation kembali membuat gebrakan konstruktif untuk generasi Gen-z. Kali ini menggelar Ngobras (Ngobrol Bareng Sambil Diskusi Asik) yang dilakukan di WarkopNa, Karadenan Bogor (15/08/2026). 

Kegiatan dengan tema "Politik dan Anak muda Siapa Takut?" Itu mendorong generasi gen z untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan politik dan demokrasi, tetapi berani mengambil peran dalam menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan, serta ikut menentukan arah masa depan bangsa.

Hal tersebut menjadi salah satu poin utama dalam diskusi yang mengangkat isu keterlibatan generasi muda dalam politik. Forum ini menjadi ruang untuk membahas fenomena apatisme politik di kalangan anak muda sekaligus mencari langkah konkret agar generasi muda dapat lebih aktif dalam kehidupan demokrasi.

Bendahara Pilar, Nofi Fitria Wahyuni mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang mampu membangun kesadaran sekaligus semangat anak muda untuk berpartisipasi dalam politik.

“Melalui diskusi ini kami berharap bisa menumbuhkan semangat anak muda untuk tidak apatis terhadap politik. Anak muda harus berani menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam menentukan masa depan,” kata Nofi

Dalam forum diskusi tersebut, sebagai narasumber Ricky Kurniawan menyoroti pentingnya melihat politik dari perspektif masyarakat.

"Politik tidak semestinya hanya dipandang sebagai perebutan kekuasaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menghadirkan perubahan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat." Kata Ricky yang juga kini menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. 

Ia mencontohkan bagaimana aspirasi masyarakat dapat diakomodasi melalui kegiatan reses maupun kebijakan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara untuk memastikan persoalan di tingkat bawah dapat diperjuangkan melalui jalur pemerintahan.

Sementara itu, Aprian Wahyudi, Komisioner KPU Kabupaten Bogor menyampaikan pentingnya peningkatan kesadaran politik generasi Z. Kelompok usia 17 hingga 25 tahun dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas partisipasi demokrasi ke depan.

“Generasi muda harus memiliki kesadaran untuk nantinya tidak hanya aktif sebagai pemilih, tetapi juga memahami proses dan bagaimana mereka bisa berpartisipasi dalam demokrasi,” kata Aprian Wahyudi.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses pemerintahan dan politik, salah satunya melalui kunjungan ke lembaga legislatif. Dengan begitu, mahasiswa dapat memahami fungsi DPRD serta bagaimana aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan diperjuangkan menjadi kebijakan.

Kegiatan tersebut juga di isi oleh Iksan Awaludin, tenaga ahli Anggota DPR RI dan Permana Sukma, aktivis GMNI serta dari kalangan mahasiswa dan aktivis cipayung Bogor. 

Para narasumber dalam subtansi materinya Menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam partisipasi jelang Pemilu 2029. Anak muda tidak lagi cukup hanya menjadi objek dalam setiap kontestasi politik, tetapi perlu diposisikan sebagai subjek yang memiliki gagasan, kapasitas, dan keberanian untuk menentukan masa depan demokrasi.

Diskusi tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa membangun kesadaran politik anak muda bukan sekadar mendorong mereka untuk menggunakan hak pilih. Lebih dari itu, generasi muda diharapkan mampu memahami politik, berpikir kritis, menyampaikan aspirasi, serta terlibat dalam proses pengambilan kebijakan.

✍️ MKDamayanti
← Home ← halaman sebelumnya