Kriminal

Polda Metro Jaya Amankan 6 Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Jakarta, Termasuk Begal HP Bocah di Tangsel


Admin - ABBITV.com

21 May 2026 20:24 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 6 Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Jakarta, Termasuk Begal HP Bocah di Tangsel
Dokumentasi: Polda Metro Jaya Amankan 6 Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Jakarta, Termasuk Begal HP Bocah di Tangsel - ABBITV

Jakarta, ABBITV.com - Polda Metro Jaya kembali menangkap enam pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dalam operasi pemberantasan begal yang berlangsung pada hari ketiga penindakan. Salah satu pelaku yang diamankan diduga terlibat dalam aksi perampasan telepon genggam terhadap seorang anak di wilayah Ciputat yang sebelumnya viral di media sosial.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan penangkapan tersebut merupakan lanjutan dari operasi intensif yang dilakukan polisi selama tiga hari terakhir bersama masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ia menjelaskan, pada hari pertama operasi polisi mengamankan delapan tersangka, kemudian dua tersangka tambahan ditangkap pada hari kedua. Sementara pada hari ketiga, enam pelaku kembali berhasil diamankan, termasuk pelaku yang kasusnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu kasus yang berhasil diungkap ialah pembegalan terhadap seorang anak di Ciputat, Tangerang Selatan. Saat kejadian, korban diketahui tengah merekam bus menggunakan telepon genggam sebelum ponselnya dirampas oleh pelaku.

Dalam penangkapan enam tersangka tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi kejahatan.

Iman mengungkapkan, dua pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri ketika proses penangkapan berlangsung. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap keduanya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 477, Pasal 478, Pasal 479, serta Pasal 306 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Menurut Iman, para pelaku yang ditangkap tidak seluruhnya berasal dari satu jaringan. Sebagian merupakan kelompok berbeda, sementara lainnya merupakan hasil pengembangan dari tersangka yang sebelumnya telah diamankan polisi.

Berdasarkan informasi dari kumparan.com, saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman melalui digital forensik terhadap alat komunikasi milik para pelaku, guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dan keterkaitan antarperistiwa kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan motif para pelaku beragam. Selain faktor ekonomi, sebagian tersangka juga diduga menggunakan hasil kejahatan untuk membeli narkoba. Berdasarkan hasil tes urine, beberapa pelaku diketahui positif mengonsumsi amfetamin.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut penyebaran informasi melalui media sosial membantu aparat mempercepat pengungkapan kasus kriminal. Ia menambahkan, koordinasi dengan masyarakat serta dukungan teknologi CCTV yang terintegrasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mempercepat proses identifikasi pelaku.

✍️ Admin
← Home ← halaman sebelumnya