Istana Rangkul "Homeless" New Media Forum sebagai Mitra Strategis Pemerintah
07 May 2026 10:27 WIB
Jakarta, ABBITV.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memperkenalkan New Media Forum sebagai mitra baru dalam ekosistem media digital Indonesia. Langkah ini menandai upaya Bakom untuk merangkul pelaku media baru yang selama ini dikenal sebagai homeless media.
Qodari menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers Update PHTC di kantor Bakom RI. Ia menegaskan bahwa kehadiran forum tersebut penting karena kanal digital kini sudah menjadi bagian dari realitas komunikasi publik.
New Media Forum sebagai mitra baru
Qodari menyebut New Media Forum sebagai kolaborasi dari sejumlah pelaku new media yang bergerak di ruang digital. Menurut dia, kelompok ini sebelumnya lebih sering disebut homeless media, tetapi kini sedang bertransformasi menjadi new media.
Dalam penjelasannya, Qodari mengatakan Bakom menyambut kehadiran forum itu sebagai mitra yang dapat membantu menjangkau publik lebih luas. Ia menilai kerja sama seperti ini penting karena komunikasi pemerintah tidak lagi bertumpu pada media konvensional saja.
Menurut Qodari, kehadiran para pelaku media digital itu menunjukkan bahwa ekosistem komunikasi di Indonesia terus berkembang. Ia menilai pemerintah perlu menyesuaikan pendekatan agar mampu berinteraksi dengan kanal yang kini dipakai banyak orang.
Dorongan agar kualitas new media meningkat
Qodari menilai new media perlu dirangkul agar kualitas dan standar produknya meningkat. Ia menyebut pendekatan yang terbuka akan lebih efektif dibandingkan menjauhkan diri dari pelaku media baru.
“Pandangan kami, new media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar agar produk dari new media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional,” kata Qodari. Ia juga menambahkan bahwa silaturahmi akan memudahkan penyampaian masukan dan saran secara lebih baik.
Bakom, lanjut Qodari, ingin mendorong terciptanya ruang dialog yang sehat dengan para pelaku media digital. Dengan begitu, proses peningkatan kualitas bisa berjalan tanpa memutus hubungan kerja sama.
Perbedaan dengan media sosial biasa
Qodari menjelaskan bahwa new media punya sejumlah ciri yang membedakannya dari media sosial biasa. Ia menyebut beberapa unsur dasar seperti adanya perusahaan, redaksi, dan alamat sebagai penanda bahwa new media memiliki struktur yang lebih jelas.
Menurut dia, hal itu membedakan new media dari akun media sosial biasa yang kerap tidak memiliki lembaga, alamat, atau identitas yang jelas. Qodari juga menyinggung pentingnya aspek seperti cover both side dan verifikasi dalam kerja jurnalistik digital.
“Kalau misalnya belum memungkinkan, metode apa lagi yang bisa dipakai, misalnya metode verifikasi,” kata Qodari saat menjelaskan diskusi Bakom dengan para pelaku media. Ia menilai standar semacam itu menjadi bagian penting agar produk informasi lebih dapat dipercaya.
Jangkauan besar di media digital
Qodari juga menyoroti besarnya jangkauan yang telah dimiliki sejumlah new media. Ia menyebut ada platform yang memiliki followers hingga 100 juta dan views yang bisa mencapai miliaran, bahkan 4 sampai 5 miliar dalam satu bulan.
Bagi Bakom, fakta tersebut membuat engagement dengan new media menjadi langkah yang masuk akal. Qodari menilai kerja sama ini dapat mendorong kualitas informasi digital agar semakin mendekati standar media konvensional, sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat.
