Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Cek Himbauan untuk Melindungi Dir
06 Sep 2026 11:40 WIB
Lampung, ABBITV.com - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Abu vulkanik dari erupsi dilaporkan terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah di Lampung.
Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi sejak Jumat (04/09/2026). Aktivitas tersebut masih berlangsung hingga Sabtu (05/09/2026) dan disertai fenomena lava fountain atau air mancur lava.
Sejumlah wilayah pesisir Lampung dilaporkan mengalami hujan abu vulkanik, termasuk Bandar Lampung. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri.
Melalui informasi resmi, BPBD Lampung mengingatkan masyarakat menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah di wilayah yang terdampak sebaran abu.
Paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata. Karena itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung mata apabila kondisi lingkungan mulai terdampak abu.
BPBD mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan, terutama ketika abu vulkanik turun atau terbawa angin ke wilayah permukiman.
Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta tetap menggunakan masker dan menghindari kontak langsung dengan abu vulkanik. Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan.
Selain itu, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kebersihan diri. Apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, warga diminta segera mendapatkan pertolongan medis.
Untuk menghindari iritasi mata, masyarakat juga diminta tidak mengucek mata apabila terkena abu vulkanik. Hindari menyentuh mata dengan tangan yang kemungkinan telah terpapar abu.
Di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah, Badan Geologi, PVMBG, BMKG, dan BPBD.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Kewaspadaan terutama diperlukan di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
