Nasional

Momen Hardiknas: Cipayung Connection Jakarta Minta Pemerintah Tata Ulang Pendidikan Indonesia


Fachur Rozie - ABBITV.com

02 May 2026 22:49 WIB

Momen Hardiknas: Cipayung Connection Jakarta Minta Pemerintah Tata Ulang Pendidikan Indonesia
Dokumentasi: Momen Hardiknas: Cipayung Connection Jakarta Minta Pemerintah Tata Ulang Pendidikan Indonesia - ABBITV

Jakarta, ABBITV.com - Momentum Hari Pendidikan Nasional kembali hadir di tengah situasi pendidikan Indonesia yang kian menjauh dari cita-cita keadilan sosial. Alih-alih menjadi ruang pembebasan, pendidikan justru semakin terjerat dalam logika pasar, komersialisasi, dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

Cipayung Connection Jakarta menilai bahwa arah kebijakan pendidikan nasional hari ini mengalami distorsi serius. Pendidikan tidak lagi dimaknai sebagai hak fundamental warga negara, melainkan direduksi menjadi instrumen produksi tenaga kerja murah yang tunduk pada kepentingan industri.

Koordinator Lapangan, Kenamar, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung tanpa koreksi mendasar.

“Hari Pendidikan Nasional tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan tanpa makna. Negara harus berhenti menutup mata. Pendidikan Indonesia hari ini sedang berada di jalur yang salah dan membutuhkan penataan ulang secara menyeluruh,” tegas Kenamar kepada wartawan, Sabtu (02/05/2026). 

Menurutnya, berbagai persoalan mendasar masih terus menghantui dunia pendidikan, mulai dari ketimpangan akses, rendahnya kesejahteraan guru, penyalahgunaan anggaran, hingga maraknya praktik komersialisasi yang membebani rakyat. Di sisi lain, ruang pendidikan juga belum sepenuhnya aman dan inklusif bagi seluruh kelompok, serta masih dibayangi pendekatan represif dan militeristik.

Cipayung Connection Jakarta memandang bahwa tanpa keberanian politik untuk melakukan perubahan struktural, pendidikan akan terus menjadi alat reproduksi ketimpangan sosial.

“Pendidikan harus dikembalikan pada mandat konstitusi: mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan melayani kepentingan pasar. Jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah, maka krisis ini akan semakin dalam,” lanjut Kenamar.

Dalam momentum Hardiknas 2026, Cipayung Connection Jakarta secara tegas mendesak pemerintah untuk:

  1. Menghentikan arah komersialisasi dan industrialisasi pendidikan
  2. Menjamin pendidikan yang gratis, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh rakyat
  3. Meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik
  4. Menertibkan dan mengembalikan anggaran pendidikan sesuai amanatnya
  5. Menghadirkan sistem pendidikan yang adil, aman, dan bebas dari diskriminasi
  6. Menghapus pendekatan militeristik dalam ruang pendidikan

Lebih jauh, Cipayung Connection Jakarta menekankan bahwa pembenahan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari agenda besar reformasi sosial, ekonomi, dan politik secara menyeluruh.

Momentum Hari Pendidikan Nasional, menurut mereka, harus menjadi titik tekan bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan yang nyata, bukan sekadar retorika.

“Jika negara gagal menjawab persoalan ini, maka gerakan mahasiswa dan rakyat akan terus mengingatkan bahwa pendidikan adalah hak, dan hak itu tidak bisa ditawar,” tutup Kenamar.

✍️ FRozie
← Home ← halaman sebelumnya