Kerap Bermasalah, MBG di Nanggung Dievaluasi Koramil 0621-17/Nanggung
02 Mar 2026 07:00 WIB
Bogor, ABBITV.com - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai pembahasan di media sosial terkait teknis pelaksanaannya. Menyikapi hal tersebut, jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikumpulkan dalam rapat koordinasi yang digelar di Markas Komando Koramil 0621-17/Nanggung, Kamis malam (26/2/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil Koramil 0621-17/Nanggung, Syahril dan dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Nanggung serta para kepala SPPG yang bertugas di wilayah tersebut.
Dikutip dari bogor.viva, Kapten Cba Syahril menjelaskan bahwa rapat dilakukan sebagai langkah klarifikasi sekaligus evaluasi terhadap berbagai isu yang berkembang di media sosial mengenai teknis pelaksanaan program MBG, khususnya terkait distribusi dan penyajian makanan.
“Dalam rangka menepis isu-isu yang ada di sosial media terkait teknis pelaksanaan MBG, khususnya di Kecamatan Nanggung,” ujar Syahril.
Ia menegaskan, pemerintah bersama pihak terkait akan terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan program berjalan lebih baik dan tepat sasaran. Evaluasi menyeluruh disebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
“Kedepannya tentu akan kita perbaiki dan lebih baik lagi. Ke masyarakat nanti akan ada sosialisasi tentang anggaran yang beredar, berikutnya adalah pengetahuan gizi yang akan disosialisasikan. Pelaksanaannya setelah Lebaran. Yang penting pada saat sekarang dan seterusnya penyajian MBG akan lebih baik dari yang sudah-sudah,” jelasnya.
Saat ini, terdapat sekitar delapan dapur MBG yang telah beroperasi di Kecamatan Nanggung untuk mendukung pelaksanaan program di tingkat lokal. Keberadaan dapur-dapur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Menurut Syahril, program MBG yang merupakan salah satu program prioritas Presiden RI itu nantinya akan terus diperluas hingga ke wilayah pelosok dan desa terpencil. Salah satu daerah yang sedang dipersiapkan pelaksanaannya adalah Desa Malasari.
“Tentu program presiden ini akan masuk ke pelosok-pelosok desa, terutama desa-desa yang terpencil. Saat ini di Desa Malasari tinggal pelaksanaan. Tentu di Malasari butuh waktu, butuh tempat dan butuh sosialisasi yang lebih dalam lagi,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun, dalam pelaksanaannya di sejumlah daerah, program ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari distribusi makanan, kesiapan fasilitas dapur, hingga pemahaman masyarakat terkait standar gizi.
Karena itu, sosialisasi dan evaluasi berkala dinilai penting agar program berjalan sesuai tujuan serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diharapkan terus memperkuat pengawasan guna menjaga kualitas makanan dan memastikan proses distribusi berlangsung aman serta tepat sasaran.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor seperti yang dilakukan di Kecamatan Nanggung, diharapkan pelaksanaan Program MBG dapat semakin optimal dan mendapat kepercayaan masyarakat luas.
