Kado May Day untuk Ojol, Prabowo Instruksikan Potongan Tarif Aplikator di Bawah 10 Persen
01 May 2026 20:09 WIB
Jakarta, ABBITV.com – Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung hari ini di berbagai wilayah Indonesia diwarnai kabar penting bagi pengemudi ojek online (ojol). Presiden Prabowo Subianto memberikan “kado” berupa instruksi kepada perusahaan aplikator agar menurunkan potongan tarif menjadi di bawah 10 persen.
Aksi yang dipusatkan di sejumlah titik, termasuk kawasan Monas, Jakarta Pusat, diikuti ribuan buruh dan mitra pengemudi ojol sejak pagi hari. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga kejelasan regulasi ketenagakerjaan di sektor ekonomi digital.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi seluruh pekerja, termasuk mitra pengemudi transportasi online. “Saya menginstruksikan kepada seluruh aplikator agar potongan tarif untuk pengemudi ojol harus ditekan, maksimal di bawah 10 persen,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pekerja sektor informal yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi berbasis aplikasi. Secara tidak langsung, pemerintah juga akan mengkaji regulasi lanjutan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif.
Para peserta aksi menyambut baik kebijakan tersebut. Salah satu perwakilan pengemudi ojol menyatakan bahwa langkah ini menjadi angin segar di tengah tekanan biaya operasional yang terus meningkat. Ia berharap kebijakan ini benar-benar diterapkan oleh seluruh perusahaan aplikator tanpa pengecualian.
Aksi May Day tahun ini berlangsung relatif tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Sejumlah organisasi buruh juga mengimbau peserta untuk menjaga kondusivitas selama menyampaikan aspirasi. Hingga siang hari, kegiatan berjalan damai tanpa adanya insiden berarti.
Pemerintah menyatakan akan terus membuka ruang dialog dengan perwakilan buruh dan mitra pengemudi guna memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran. Momentum May Day 2026 pun diharapkan menjadi titik awal perbaikan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor, termasuk ekonomi digital.
