Nasional

Jelang Kunjungan Presiden, PKL Alun-Alun Bangkalan Ditertibkan


Fachur Rozie - ABBITV.com

22 Jun 2026 21:32 WIB

Jelang Kunjungan Presiden, PKL Alun-Alun Bangkalan Ditertibkan
Dokumentasi: Jelang Kunjungan Presiden, PKL Alun-Alun Bangkalan Ditertibkan - ABBITV

Madura, ABBITV.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan sterilisasi sejumlah kawasan strategis menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 pada Selasa (23/6/2026).

Langkah tersebut dilakukan dengan menertibkan dan mengalihkan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dari beberapa titik yang akan menjadi jalur dan lokasi kegiatan Presiden. Sejak Senin (22/6/2026), petugas Satpol PP telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak berjualan di area yang telah ditetapkan sebagai zona steril.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bangkalan, Yudhistira, mengatakan bahwa penertiban merupakan bagian dari persiapan pengamanan kunjungan kepala negara.

"Hari ini kami melaksanakan sterilisasi PKL sebagai bagian dari persiapan kunjungan Presiden," ujarnya.

Menurutnya, sterilisasi tidak hanya dilakukan di kawasan Alun-alun Bangkalan, tetapi juga mencakup area Maqbarah Syaikhona Kholil di Mlajah serta kawasan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU di Martajasah. Upaya tersebut akan berlangsung hingga Rabu (24/6/2026) untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan larangan berjualan secara menyeluruh. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Moh Rasuli, menjelaskan bahwa para pedagang hanya diminta berpindah ke lokasi yang telah disediakan.

"Para PKL tidak diliburkan. Mereka hanya dialihkan ke tempat lain agar kegiatan kunjungan Presiden dapat berlangsung dengan tertib," katanya.

Meski demikian, kebijakan tersebut menuai keluhan dari sebagian pedagang. Abdul, seorang penjual pentol yang biasa berjualan di sekitar lokasi, mengaku kehilangan peluang memperoleh pendapatan lebih besar.

Menurutnya, setiap ada kegiatan besar yang menghadirkan banyak pengunjung, omzet penjualannya biasanya meningkat signifikan. Namun kali ini ia harus berpindah lokasi sehingga khawatir jumlah pembeli akan berkurang.

"Kalau ada acara ramai seperti ini biasanya pelanggan banyak. Sekarang kami diminta pindah ke tempat lain, tentu ada rasa khawatir pendapatan menurun," ujarnya.

Sterilisasi kawasan menjelang kunjungan pejabat negara merupakan prosedur yang lazim dilakukan untuk mendukung pengamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta kenyamanan peserta kegiatan. Meski bersifat sementara, kebijakan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kepentingan pelaku usaha mikro yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas di ruang publik.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga diharapkan dapat memastikan lokasi relokasi yang disediakan tetap mudah dijangkau masyarakat sehingga aktivitas ekonomi para pedagang tetap berjalan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut.

✍️ FRozie
← Home ← halaman sebelumnya