NASIONAL

Gaduh Impor Mobil Pickup India, DPR Kaget! 


Admin - ABBITV.com

02 Mar 2026 07:00 WIB

Gaduh Impor Mobil Pickup India, DPR Kaget! 
Dokumentasi: Gaduh Impor Mobil Pickup India, DPR Kaget!  - ABBITV

Jakarta, ABBITV.com – Dewan Perwakilan Rakyat melalui Komisi VI mengaku terkejut setelah muncul informasi mengenai rencana pengadaan 105 ribu unit mobil pickup asal India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, mengatakan pihaknya tidak pernah menerima penjelasan detail terkait rencana impor kendaraan tersebut dalam rapat kerja sebelumnya bersama PT Agrinas.

Menurut Herman, dalam rapat dengar pendapat yang dilakukan beberapa waktu lalu, PT Agrinas hanya memaparkan rencana pengadaan sarana transportasi untuk mendukung operasional koperasi desa tanpa menyebut detail spesifikasi maupun skema pengadaan kendaraan impor.

“Agrinas Pangan Nusantara pernah mempresentasikan, pernah rapat dengar pendapat dengan kami terkait dengan alokasi anggaran masing-masing desa sebesar Rp3 miliar,” ujar Herman kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR, Kamis (26/2/2026).

Komisi VI DPR, lanjut Herman, baru mengetahui adanya rencana impor 105 ribu mobil pickup dari India dengan nilai anggaran mencapai Rp24,66 triliun setelah isu tersebut menjadi perhatian publik.

Ia menilai angka pengadaan tersebut sangat besar sehingga semestinya dibahas terlebih dahulu bersama DPR demi memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

“Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR dan untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya juga ini terbuka kepada publik,” katanya.

Herman menegaskan Komisi VI DPR akan segera memanggil PT Agrinas guna meminta klarifikasi terkait rencana pengadaan kendaraan operasional tersebut.

“Kalau sudah menjadi isu publik, Komisi VI ya wajib untuk memanggilnya dan meminta keterangan, minta penjelasan apa yang terjadi,” ujarnya.

Rencana impor kendaraan dalam jumlah besar tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan publik, terutama terkait alasan penggunaan produk impor di tengah upaya pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri dan penguatan industri otomotif nasional.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai pengadaan kendaraan operasional untuk koperasi desa sebenarnya dapat menjadi peluang besar bagi industri otomotif lokal apabila melibatkan produsen dalam negeri. Selain berpotensi menyerap tenaga kerja, penggunaan kendaraan produksi nasional juga dinilai dapat mendukung pertumbuhan industri manufaktur Indonesia.

Di sisi lain, pengadaan dengan nilai puluhan triliun rupiah dinilai memerlukan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan polemik terkait efisiensi anggaran maupun proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Program Kopdes Merah Putih sendiri sebelumnya digagas untuk memperkuat distribusi pangan dan aktivitas ekonomi desa melalui dukungan sarana logistik serta transportasi. Namun, besarnya nilai pengadaan kendaraan membuat DPR meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

Pengamat kebijakan publik menilai transparansi dalam proyek berskala besar menjadi hal penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, terlebih ketika menggunakan anggaran yang bersumber dari keuangan negara.


← Home ← halaman sebelumnya