COO Danantara Dony Oskaria Tinjau Langsung Progres Tol Padang-Sicincin, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026
25 Feb 2026 07:00 WIB
Padang, ABBITV.com – Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, melakukan kunjungan kerja ke Sumatra Barat pada Kamis (19/2/2026) untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatra Barat. Peninjauan difokuskan pada ruas utama Padang–Sicincin serta kawasan Interchange Lubuk Alung.
Dalam kegiatan itu, Dony Oskaria didampingi Anggota DPR RI Komisi VI, Andre Rosiade, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, serta jajaran direksi perusahaan tersebut.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, ruas utama tol Padang–Sicincin beserta Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) telah selesai 100 persen dan saat ini sudah dapat digunakan. Sementara itu, pembangunan akses menuju kawasan Lubuk Alung tercatat telah mencapai progres sekitar 20,90 persen.
Pihak pengelola proyek menargetkan pembangunan akses tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026. Namun, target itu bergantung pada penyelesaian proses pembebasan lahan yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Proyek Tol Pekanbaru–Padang sendiri merupakan bagian dari jaringan infrastruktur strategis yang diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat dan Riau.
Pengamat infrastruktur menilai keberadaan jalan tol ini akan menjadi katalis penting bagi pengembangan kawasan ekonomi baru di sepanjang koridor lintas Sumatra. Akses transportasi yang lebih cepat dinilai dapat menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing daerah, serta membuka peluang investasi di sektor industri dan pariwisata.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu dihadapi, terutama terkait pembebasan lahan dan integrasi konektivitas ke wilayah penyangga. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan terus memperkuat koordinasi agar proyek dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
